MITRAHUMAS.COM – Kabupaten Bogor – Sebuah langkah progresif dilakukan oleh H. Utis BK selaku penyelenggara Mitra Yayasan Hidayatusifa, dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi masa depan. Pada Senin pagi, 4 Agustus 2025, bertempat di Kampung Karehkel RT 03/01, Desa Pingku secara resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi bagian dari komitmen nasional dalam pemenuhan gizi anak usia sekolah, khususnya di wilayah pedesaan.
Digagas oleh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional, program MBG diikuti oleh 20 satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Kegiatan berlangsung meriah dan edukatif, diwarnai antusiasme para peserta serta dukungan luas dari pemangku kepentingan.
Tokoh-Tokoh Hadir Beri Dukungan
Peluncuran ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting wilayah Kecamatan Parung Panjang, di antaranya:
Camat Parung Panjang, Drs. Chairuka Judhyanto Nugroho, M.Si.
Pembina MBG, Edi Suwandi, M.Pd.
Kepala Desa Pingku, H. Nawih
Ketua Forum Pembina Komunikasi Komite Satuan Pendidikan, Hilman Nurjaman
Kepala Desa Gintung Cilejet, H. Mu’min
Kepala Dinas Parung Panjang, H. M. Sahlan
Perwakilan Polsek Parung Panjang, Bripka Asep
Perwakilan Koramil 0621-23/PP: Serma Deny, Sertu Kusnadi, dan Kopda Rizal
Tuan rumah, Asep Kurniawan (Mitra Yayasan Hidayatusifa)
Pengurus PAC Gerindra Parung Panjang
Tokoh masyarakat, RT/RW, serta mahasiswa KKN dari IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat yang tengah menjalankan tugas di Desa Gintung Cilejet.
Pesan dari Para Pemangku Kebijakan
Dalam sambutannya, Camat Parung Panjang, Drs. Chairuka Judhyanto Nugroho, menekankan pentingnya gizi sebagai fondasi kemajuan pendidikan:
“Program ini bukan hanya soal menyediakan makanan sehat, tapi juga tentang membangun masa depan. Anak-anak kita harus tumbuh sehat, cerdas, dan tangguh. Gizi yang cukup adalah fondasi pendidikan yang berkualitas.
Senada dengan itu, Edi Suwandi, M.Pd. selaku Pembina MBG menyatakan bahwa keberlanjutan program ini membutuhkan konsistensi semua pihak:
“Program ini bukan seremonial sesaat. Ini adalah ikhtiar jangka panjang untuk menghapus gizi buruk dan membangun generasi unggul baik secara intelektual maupun fisik.”
Kepala Desa Pingku, H. Nawin, juga menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk mendukung penuh agenda serupa:
“Kami siap terus mengawal dan memfasilitasi kegiatan ini. Anak-anak adalah tanggung jawab bersama, dan gizi mereka harus menjadi prioritas pembangunan desa.”
Sementara itu, Hilman Nurjaman dari Forum Komunikasi Komite Satuan Pendidikan, mengajak semua pihak pendidikan untuk terlibat aktif:
“Komite sekolah harus hadir sebagai penggerak, bukan sekadar simbol. Ketika rumah dan sekolah bersatu, maka gizi anak akan terjaga, dan mutu pendidikan pun meningkat.”
Peluncuran Simbolik “Fosberian”
Puncak kegiatan ditandai dengan peluncuran simbolik program “Fosberian” oleh tim SPPG sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi gizi di lingkungan satuan pendidikan. Acara diakhiri dengan aksi makan bersama anak-anak dari berbagai sekolah sebagai simbol semangat hidup sehat sejak dini.
Program ini diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor dan sekitarnya, dalam mengintegrasikan program pemenuhan gizi ke dalam sistem pendidikan yang berkelanjutan.




