BERITA  

Pemuda Biak-Numfor Bersatu Dukung Musrembang, KNPI Kembali Menggeliat Setelah 11 Tahun Vakum

Avatar photo

BIAK-NUMFOR, 14 April 2026 – Mitrahumas.com| Setelah 11 tahun vakum, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Biak-Numfor kembali menunjukkan eksistensinya. Melalui konsolidasi intensif dengan puluhan Organisasi Kepemudaan (OKP), KNPI menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Daerah yang sedang berlangsung di Distrik Bondifuar.

Langkah ini menjadi penanda kebangkitan organisasi kepemudaan tertua di Indonesia di wilayah pesisir utara Papua tersebut. Ketua Karateker KNPI Biak-Numfor, Sandi Bonai, mengungkapkan bahwa seluruh elemen pemuda telah menyepakati satu visi bersama di bawah kepemimpinan Benyamin Gurik.

“Tidak ada lagi perpecahan. Pemuda Biak-Numfor kini bernapas dalam satu irama,” tegas Sandi dalam jumpa pers, Selasa (14/4).

Ia menjelaskan, konsolidasi yang digelar sejak beberapa pekan terakhir telah berhasil menyatukan berbagai OKP yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri. Kesepakatan ini, menurutnya, juga sejalan dengan arahan Gubernur Papua yang menekankan pentingnya solidaritas pemuda dalam mendukung program pembangunan daerah.

Tegaskan Legitimasi, Hindari Dualisme

Menyikapi potensi dualisme kepemimpinan, KNPI Biak-Numfor menegaskan bahwa struktur di bawah Benyamin Gurik adalah satu-satunya wadah yang sah dan diakui oleh Dewan Pimpinan Provinsi (DPW) KNPI Papua. Keputusan ini didasarkan pada prinsip kaderisasi organisasi yang berlaku secara nasional.

“Kami tidak ingin energi pemuda terkuras untuk konflik internal. Yang kami butuhkan sekarang adalah aksi nyata untuk daerah,” ujar Sandi.

Menuju Kepengurusan Definitif

Sebagai langkah transisi, Karateker KNPI diberi mandat selama satu hingga dua bulan untuk mematangkan persiapan Rapat Pimpinan (Rapim) dan Musyawarah Daerah (Musda). Sandi menyebut seluruh proses konsolidasi internal kini telah rampung, dan tinggal menunggu penetapan jadwal resmi dari DPW.

Dalam konteks Musrembang, KNPI berharap aspirasi pemuda tidak hanya didengar, tetapi benar-benar diakomodir dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Menurut Sandi, keterlibatan pemuda harus melampaui sekadar partisipasi simbolis.

“Kami bukan hanya calon tenaga kerja, tapi calon pemimpin. Maka, ruang bagi kami untuk belajar mengelola pembangunan harus dibuka seluas-luasnya,” tandasnya.

Dengan kembalinya KNPI sebagai wadah pemersatu, para pengamat lokal berharap semangat kolaborasi pemuda dapat menjadi katalisator percepatan pembangunan di Biak-Numfor, khususnya dalam mendorong inovasi, kewirausahaan, dan pelestarian nilai adat di tengah dinamika zaman.

Penulis: Anis Rumaropen
Exit mobile version