MITRA HUMAS – BIAK NUMFOR, 17 April 2026 – Momentum pelantikan 249 Kepala Kampung di Kabupaten Biak Numfor, Jumat (17/4), menjadi landasan awal penguatan sinergi antara pemerintah kampung dan pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya adalah Frans Arwam, resmi menjabat sebagai Kepala Kampung Wouna, Distrik Andey, setelah dilantik oleh Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., di Swiss-Belhotel Cendrawasih Biak. Ia akan memimpin selama delapan tahun (2026–2034) berdasarkan suara rakyat dalam Pilkades Serentak 10 Desember 2025.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tapi penyerahan mandat dari masyarakat. Jabatan ini untuk melayani—bukan mencari keuntungan pribadi,” ujar Frans, mengutip pesan tegas Bupati dalam sambutan pelantikan.
Apresiasi untuk Seluruh Elemen Penyelenggara
Frans menyampaikan apresiasi kepada Bupati, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Kepala Distrik Andey, serta seluruh aparat yang telah mendukung proses Pilkades hingga pelantikan berjalan lancar. Ia juga berterima kasih kepada mantan Kepala Kampung Wouna atas dedikasi di periode sebelumnya.
“Masih banyak yang harus diperbaiki—infrastruktur kantor kampung, layanan pendidikan dan kesehatan, administrasi kependudukan, serta kesejahteraan sosial. Delapan tahun ini adalah kesempatan emas untuk melakukan perubahan lewat kerja nyata dan transparansi,” tegasnya.
Empat Pilar Strategis Jadi Pedoman
Sejalan dengan arahan Bupati, Frans menjadikan empat pilar strategis sebagai fondasi kepemimpinannya:
1. Integritas dan amanah: Memimpin dengan rendah hati, terbuka, dan tanpa diskriminasi;
2. Sinergi pembangunan: Kolaborasi erat dengan Pemda untuk wujudkan visi bersama;
3. Akuntabilitas keuangan: Kelola Dana Desa secara jujur, transparan, dan tepat sasaran;
4. Inovasi berbasis potensi lokal: Gali kekayaan sosial, budaya, dan ekonomi Wouna untuk kemajuan berkelanjutan.
Rekonsiliasi dan Kolaborasi: Dua Pesan Utama Bupati
Frans juga menekankan dua pesan penting dari Bupati yang wajib dijalankan seluruh Kepala Kampung:
– Ajakan rekonsiliasi pasca-Pilkades: Satukan seluruh elemen masyarakat, tanpa membedakan latar belakang pilihan;
– Semangat kolaborasi membangun daerah: Gotong royong antara pemerintah kampung, tokoh adat, agama, pemuda, dan warga untuk kemajuan Biak Numfor dari akar.
“Kami percaya, Wouna bisa maju jika semua pihak satu hati, satu langkah,” kata Frans.
Ia menutup dengan ucapan terima kasih kepada keluarga, tim, dan seluruh warga Kampung Wouna. “Mari bergandengan tangan—untuk Wouna yang berubah, maju, dan sejahtera.”
(Penulis: Thomson Rijoly, S.Th., PAK / Redaksi Negeri News)




