PLTM Wabudori 1,2 MW: Terobosan Energi Bersih untuk Percepatan Elektrifikasi di Supiori

Avatar photo

MITRA HUMAS | SUPIORI, 30 April 2026 — Akses listrik yang merata bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan prasyarat dasar bagi pertumbuhan ekonomi, layanan publik, dan keadilan sosial di wilayah tertinggal. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Supiori bersama PT PLN (Persero)—kini terintegrasi dalam Danantara Indonesia sebagai bagian dari konsolidasi aset BUMN strategis—memperkuat komitmen melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Wabudori berkapasitas 1,2 Megawatt (MW).

Proyek strategis ini menjadi bagian dari program nasional elektrifikasi 554 kampung di enam provinsi Tanah Papua, yang didukung anggaran Rp2,5 triliun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kerangka pembangunan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

“PLTM Wabudori bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan bahwa masyarakat pedalaman Supiori mendapatkan hak atas energi yang andal dan berkelanjutan,” tegas Bupati Supiori, Heronimus Mansoben, usai melakukan koordinasi teknis dengan jajaran pimpinan PLN, Kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, hadir General Manager Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku dan Papua, Raja Muda Siregar; General Manager UIW Papua & Papua Barat, Roberth Rumsaur; serta General Manager Pusharlis, Yusri Febianto. Mereka memaparkan bahwa PLTM Wabudori akan dibangun di aliran Sungai Wabudori, Distrik Supiori Barat, memanfaatkan potensi aliran sungai sepanjang lima kilometer sebagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).

Pembangkit ini dirancang dengan dua unit turbin masing-masing 600 kW, ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2028, dan diproyeksikan mampu melayani lebih dari 1.600 rumah tangga yang selama ini masih bergantung pada generator berbahan bakar fosil—sumber energi yang mahal, tidak ramah lingkungan, dan tidak berkelanjutan.

Selain meningkatkan rasio elektrifikasi, kehadiran PLTM Wabudori juga akan memperkuat Sistem Kelistrikan Biak 20 kV, sehingga meningkatkan keandalan dan stabilitas pasokan listrik di kawasan tersebut.

Usai pertemuan, tim gabungan PLN dan Pemerintah Kabupaten Supiori—yang dipimpin langsung oleh Asisten I Setda Supiori—melakukan peninjauan lapangan ke lokasi Sungai Wabudori. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan teknis, kajian lingkungan, dan keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap awal pembangunan.

“Kami berharap PLTM Wabudori menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi inklusif di Supiori—dari usaha mikro, pendidikan, hingga layanan kesehatan—semua membutuhkan energi yang stabil dan berkelanjutan,” tutup Bupati Mansoben.

Penulis: Cris Rumaropen Editor: Redaksi