Plt. Bupati Bekasi Kunjungi Korban Kecelakaan Kereta, Pastikan Penanganan Optimal

Avatar photo

MITRAHUMAS.COM – Kota Bekasi, 30 April 2026 – PLT Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi Timur untuk meninjau kondisi korban insiden tabrakan kereta api KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal serta dukungan psikologis dan finansial yang memadai.30 April 2026

Dalam kunjungannya, Asep Surya Atmaja berinteraksi langsung dengan para korban dan tenaga medis. Beliau menyampaikan bahwa dari 17 pasien yang awalnya dirawat di RSUD Jatiasih, saat ini tersisa 11 pasien yang masih menjalani perawatan.

Sebagian besar korban telah menunjukkan pemulihan yang signifikan, bahkan beberapa di antaranya sudah diizinkan pulang. “Hari ini saya mengunjungi 11 pasien. Tadi ada satu yang baru menjalani operasi, yang lain kita lihat juga ada yang sudah pulih, ada yang boleh pulang,” ujar Asep Surya Atmaja.

Namun, terdapat dua pasien, atas nama Endang dan Dewi, yang memerlukan perhatian khusus dan telah dirujuk ke rumah sakit lain, yaitu RS Primaya dan sebuah rumah sakit yang terafiliasi dengan KAI. Kedua pasien ini didiagnosis mengalami compartment syndrome, sebuah kondisi yang memerlukan observasi ketat dan peralatan medis yang lebih lengkap. “Dua pasien tersebut memang perlu observasi yang lebih ketat, dengan kelengkapan yang lebih memadai,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memastikan adanya pendampingan psikologis bagi para korban. Sekitar lima psikolog dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau lembaga terkait (disebut BNKI dalam transkripsi, kemungkinan salah dengar) telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan kepada sekitar 30 korban.

“Ada sekitar 5 psikolog yang dari BNKI yang sudah dilakukan pendampingan, dan sudah disisir oleh masing-masing korban,” tambah Asep Surya Atmaja.

Terkait biaya pengobatan, PLT Bupati Bekasi menegaskan bahwa biaya perawatan korban telah ditanggung oleh Jasa Raharja dan PT KAI. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memberikan santunan sebesar Rp.20.000.000 kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

Untuk penanganan pasca-perawatan, korban yang sudah pulih dan diizinkan pulang dapat melakukan kontrol lanjutan di RSUD Kabupaten Bekasi. Koordinasi antar rumah sakit akan dilakukan untuk memastikan status rekam medis pasien tetap terpantau.

Tim medis yang terlibat dalam penanganan korban terdiri dari berbagai spesialis, termasuk spesialis bedah, ortopedi, dan spesialis dasar. Jika diperlukan, konsultasi dengan spesialis lain seperti penyakit dalam atau neurologi akan dilakukan.

Fisioterapi juga akan disiapkan untuk membantu pemulihan fungsi organ korban. Asep Surya Atmaja juga menyatakan kesiapan untuk melakukan kunjungan lanjutan jika ada kasus yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.

Penulis: SupriyadiEditor: Redaksi