MITRA HUMAS | BIAK NUMFOR, 30 April 2026 — Kesejahteraan sosial tidak hanya diukur dari alokasi anggaran, tetapi dari sejauh mana manfaatnya menyentuh kelompok paling rentan. Menjawab prinsip tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Lalita, S.H., M.H., melaksanakan kunjungan kerja sekaligus menyalurkan bantuan sosial terpadu di Kantor Distrik Biak Kota, Rabu (30/4/2026).
Kegiatan ini mencakup dua komponen utama: pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis—yang dilaksanakan atas dukungan teknis dan logistik dari Kementerian Kesehatan RI—serta distribusi bantuan pangan berupa beras premium dari Perum Bulog Pusat. Sasaran utama program ini adalah kelompok lanjut usia (lansia) dan keluarga prasejahtera yang tersebar di wilayah Kabupaten Biak Numfor.
“Total bantuan yang kami salurkan mencapai 635 paket, yang didistribusikan secara bertahap: dimulai dari Biak Timur, hari ini di Biak Kota, dan besok akan dilanjutkan ke Biak Barat,” jelas Lalita dalam keterangan persnya.
Ia menegaskan bahwa intervensi ini bukan sekadar respons jangka pendek, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mewujudkan masyarakat Papua yang sehat, sejahtera, dan mandiri. “Biak memiliki warisan sejarah sebagai kawasan maju dan ramah. Kami ingin menghidupkan kembali masa kejayaan itu melalui pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.
Respons terhadap Aspirasi Publik
Lalita juga menyoroti sejumlah aspirasi berulang yang diterima dari masyarakat selama reses, antara lain:
– Perlunya perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia dan anak-anak,
– Masih terbatasnya akses layanan kesehatan primer di wilayah pesisir,
– Ketimpangan dalam penyaluran bantuan sosial yang dirasakan belum merata.
“Semua masukan ini akan kami tindaklanjuti melalui koordinasi intensif dengan kementerian/lembaga terkait di tingkat pusat, serta sinergi dengan pemerintah daerah, agar solusi yang dihasilkan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegas legislator senior tersebut.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Marthen Kafiar, S.IP., selaku perwakilan Pemerintah Distrik Biak Kota, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan dedikasi Lalita. Menurutnya, bantuan yang disalurkan langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan dan pangan layak.
“Ini bukan sekadar bantuan materiil, tetapi wujud nyata kehadiran negara di tengah rakyat,” katanya.
Senada, Ibu Maria Konoud, warga Kelurahan Wapnor yang mewakili kelompok lansia, menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar program serupa berkelanjutan. “Lansia tidak hanya butuh obat, tapi juga makanan bergizi agar tetap sehat dan kuat. Kami berterima kasih karena Ibu Lalita datang langsung, bukan hanya lewat layar televisi,” ujarnya.
Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan
Kegiatan ini menandai pentingnya sinergi antara lembaga legislatif, eksekutif, dan masyarakat sipil dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin kesehatan yang baik (Goal 3) dan tanpa kemiskinan (Goal 1). Lalita menutup kunjungannya dengan penegasan bahwa akuntabilitas legislator diukur dari kedekatan dengan konstituen, bukan dari jarak geografis.






