“Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg untuk mencoba menghitung ulang, mengformulakan ulang bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” lanjutnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga secara khusus menekankan pentingnya penguatan pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Kepala Negara mengarahkan agar alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih difokuskan pada bidang tersebut sebagai langkah percepatan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen, karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Mensesneg.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyoroti persoalan kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter dan dokter spesialis. Pemerintah, menurut Mensesneg, telah menyiapkan dua langkah utama untuk menjawab tantangan tersebut.
“Sudah ada beberapa kebijakan-kebijakan untuk program studi-program studi kedokteran, untuk itu diperbesar dari sisi penerimaan jumlah mahasiswanya maupun yang menuju ke dokter spesialis. Yang kedua memang mau tidak mau nampaknya kita harus memberanikan diri untuk mau tidak mau kita membuat fakultas baru untuk kedokteran umum,” jelasnya.
Selain dokter umum dan spesialis, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan dokter gigi, farmasi, serta teknologi kesehatan, seiring dengan semakin berkembangnya peralatan medis berbasis teknologi. Sedangkan terkait rencana pembentukan fakultas-fakultas baru tersebut, Mensesneg menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih dalam tahap identifikasi lokasi dan kebutuhan.
“Titiknya belum, sedang dalam proses kita identifikasi, sebaiknya ada di mana dan berapa kira-kira yang kita perlukan,” pungkasnya.*
Sumber: Setneg/BPMI Setpres | Red/Tdr






