MITRAHUMAS.COM – Kabupaten Bekasi – Bencana banjir kembali menghantam wilayah Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Curah hujan tinggi yang disertai luapan Kali Ciherang membuat sedikitnya empat Rukun Tetangga (RT) terendam banjir dan melumpuhkan hampir seluruh aktivitas warga, Minggu (25/1/2026).
Empat RT yang terdampak tersebut meliputi RT 05, RT 06, RT 07, dan RT 08. Genangan air dengan ketinggian bervariasi merendam permukiman warga sejak beberapa hari terakhir, memaksa sebagian masyarakat menghentikan aktivitas harian dan bergantung pada bantuan pihak luar demi memenuhi kebutuhan dasar.
Di tengah kondisi darurat tersebut, Karang Taruna Desa Karangharja bergerak cepat turun langsung ke lokasi terdampak. Bersama Pemerintah Desa Karangharja dan Camat Pebayuran, Karang Taruna menyalurkan 400 paket bantuan kepada warga korban banjir sebagai bentuk respons nyata atas penderitaan masyarakat yang terdampak.
Ketua Karang Taruna Desa Karangharja, Didi Supardi, yang akrab disapa Agay, menegaskan bahwa banjir yang terjadi kali ini bukan sekadar bencana musiman, melainkan persoalan serius yang terus berulang dan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga.
“Empat RT terdampak cukup parah. Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan diperparah oleh luapan Kali Ciherang. Kondisi warga sangat membutuhkan perhatian,” tegas Agay.
Agay menambahkan, keterlibatan Karang Taruna dalam aksi sosial ini merupakan wujud tanggung jawab moral pemuda desa untuk hadir di tengah masyarakat saat menghadapi musibah, bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Dalam proses pendistribusian bantuan, Karang Taruna juga menggandeng para donatur yang turut memberikan dukungan logistik. Agay secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian sosial terhadap warga Kampung Kobak Ceper.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang terdampak dan sedang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih jauh, Agay berharap bencana banjir segera surut agar warga dapat kembali beraktivitas. Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya perhatian serius dan solusi jangka panjang agar persoalan banjir tidak terus berulang dan menjadi penderitaan tahunan masyarakat.
“Kami berharap air segera surut dan warga bisa kembali beraktivitas. Ke depan, persoalan banjir ini perlu penanganan yang lebih serius agar tidak terus berulang setiap musim hujan,” pungkasnya.
Aksi sosial ini menegaskan peran aktif Karang Taruna sebagai kekuatan sosial pemuda desa yang tidak tinggal diam saat warganya dilanda bencana, sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan banjir di wilayah Pebayuran masih membutuhkan perhatian dan langkah nyata dari seluruh pihak terkait.






