DAERAH  

GERBANG PANEN: PDI Perjuangan Dorong Masyarakat Biak Kembangkan Tanaman Pangan Pendamping Beras

Avatar photo

MITRA HUMAS.COM, BIAK – PAPUA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui inisiatif GERBANG PANEN (Gerakan Menanam Tanaman Pendamping Beras) secara konsisten mendorong penguatan ketahanan pangan di tingkat akar rumput. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ruth Naomi Rumkabu, S.Pd., melakukan kunjungan kerja lapangan guna melaksanakan sosialisasi dan konsolidasi program.

Kegiatan ini merupakan implementasi instruksi Ketua Umum Partai yang mengarahkan seluruh kader untuk turun ke tengah masyarakat guna membangun kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

“Puji Tuhan, hari ini merupakan hari kedua saya berkeliling bersama masyarakat, mengunjungi lahan pertanian dan area baru untuk mensosialisasikan ajakan agar kita bersama-sama giat mengembangkan tanaman pangan alternatif selain beras,” ujar Ruth Naomi Rumkabu.

Optimalisasi Komoditas dan Konservasi Lingkungan

Meskipun terdapat sepuluh jenis komoditas alternatif, untuk wilayah Biak Numfor difokuskan pada tanaman yang memiliki adaptasi agronomis baik, yakni ubi kayu (kasbi), keladi, petatas, dan jagung.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Ruth juga melakukan penanaman perdana keladi, petatas, dan singkong di tiga lokasi kelompok tani yang dikunjungi, yaitu Kelompok Tani milik Bapak Apolos Sroyer yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Biak, yang berlokasi di Kampung Darmopis, Distrik Samofa, Kelompok Tani Christina Marandof yang berada di Kampung Gaya Baru, serta Kelompok Tani Frans Randongkir.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan kunjungan ke lokasi Kelompok Tani Christina Marandof. Di lahan miliknya, ditemukan potensi tanaman lokal yang dikenal dengan nama “Gandum” atau “Pokem”.

“Tanaman ini sangat subur dan cocok dengan karakteristik tanah di Biak, sehingga bisa menjadi alternatif pendamping nasi selain ubi-ubian. Mari kita kembangkan variasi tanaman agar masyarakat semakin mandiri pangan,” tambahnya.

Setelah itu, rombongan berpindah ke lokasi berikutnya yaitu Kelompok Tani Frans Randongkir yang berlokasi tidak jauh dari kampung. Di sana, Manwaren Frans Randongkir mempersilahkan Ibu Ruth Naomi Rumkabu beserta rombongan untuk turut serta memanen hasil kebun sayur kangkung yang telah siap panen.

Ia juga mencatat adanya kendala teknis yang masih dihadapi petani, terutama terkait ketersediaan benih unggul dan pupuk bersubsidi, yang akan segera ditindaklanjuti.

Kehadiran legislator ini dinilai mampu memberikan motivasi dan meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Pemberdayaan Ekonomi

Program ini mendapatkan respon positif. Christina Marandof menuturkan bahwa kegiatan berkebun berfungsi ganda sebagai pemenuhan kebutuhan dasar dan penunjang ekonomi.

“Saya membudidayakan kasbi, petatas, kangkung, jagung, mentimun, dan Pokem. Hasil panen tidak hanya untuk konsumsi sendiri tetapi juga dipasarkan. Mari kita maksimalkan potensi lahan guna mencapai kesejahteraan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Frans Randongkir, Manwaren KKB (Kainkain Karkara Byak), menegaskan pentingnya pengelolaan aset tanah secara optimal.

“Sektor pertanian memiliki peran strategis, sehingga diperlukan komitmen dan konsistensi dalam pengelolaan lahan agar memberikan manfaat maksimal dan berkelanjutan,” tutup Frans.

Melalui program GERBANG PANEN, diharapkan masyarakat dapat semakin mandiri, memiliki diversifikasi pangan, serta meningkatkan nilai tambah dari hasil bumi lokal.

Penulis: Yohanis Rumaropen