BERITA  

BPS Biak Numfor Canangkan Seluruh Wilayah Distrik Samofa sebagai Desa Cinta Statistik, Dorong Transformasi Menuju “Distrik Cantik”

Avatar photo

MITRA HUMAS | BIAK NUMFOR, 28 April 2026 — Penguatan sistem statistik daerah memerlukan pendekatan holistik yang dimulai dari tingkat administrasi terkecil. Menyadari hal tersebut, Akhmad Fauzi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Biak Numfor, mengumumkan pencanangan seluruh 18 wilayah administratif di Distrik Samofa—terdiri atas 11 kampung dan 7 kelurahan—sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), Selasa (28/4/2026), di Kantor Distrik Samofa.

Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari inisiatif percontohan yang telah dilaksanakan di Kampung Andai Nosen pada tahun 2025. Jika sebelumnya fokus pada level kampung/kelurahan, maka pada tahun 2026, BPS bersama Pemerintah Distrik Samofa menetapkan target lebih komprehensif: mewujudkan “Distrik Cantik”, yaitu entitas wilayah yang seluruh datanya dikelola secara sistematis, valid, dan mutakhir (up to date).

“Hari ini, kami berhasil mencadangkan semua kampung dan kelurahan di Distrik Samofa sebagai Desa Cinta Statistik,” ujar Fauzi. “Harapannya, pengelolaan, pengumpulan, dan penyajian data di tingkat bawah menjadi andal, sehingga otomatis data Distrik Samofa—dan pada akhirnya Kabupaten Biak Numfor—juga menjadi valid dan responsif.”

Implementasi program dirancang secara bertahap guna memastikan adaptasi optimal oleh aparat kampung dan kelurahan yang bertindak sebagai agen statistik. Tahap awal difokuskan pada pengumpulan variabel data dasar, seperti kependudukan dan infrastruktur dasar. Ke depan, cakupan akan diperluas secara progresif ke data disabilitas, potensi ekonomi mikro, ketahanan pangan, serta aset sosial-budaya, sesuai kebutuhan lokal dan kapasitas institusional.

Fauzi juga telah berkoordinasi dengan Asisten II Setda, Kepala BPKAD, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), serta Dinas Sosial untuk memastikan keberlanjutan program melalui integrasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

Sinergi dengan Sensus Ekonomi 2026
Pencanangan Desa Cantik ini sengaja dikaitkan dengan persiapan Sensus Ekonomi (SE) 2026, yang akan dilaksanakan secara nasional oleh BPS pada Mei–Agustus 2026. Fauzi menjelaskan bahwa pemahaman aparat kampung dan kelurahan tentang SE 2026 menjadi kunci keberhasilan pendataan lapangan.

“Kami ingin aparat desa memahami apa itu SE, manfaatnya, dan prosedurnya,” tegas Fauzi. “Sehingga ketika petugas sensus turun ke lapangan, masyarakat tidak ragu memberikan data yang sesungguhnya.”

Melalui pendekatan ini, diharapkan partisipasi masyarakat meningkat dan kualitas data usaha mikro, warung, UMKM, serta sektor informal dapat tercatat secara komprehensif. Hasilnya akan menjadi fondasi penting bagi perencanaan kebijakan ekonomi daerah, alokasi anggaran afirmatif, serta pemetaan kemiskinan multidimensi.

Menuju Kabupaten Berbasis Data Valid
Fauzi berharap inisiatif Distrik Samofa dapat direplikasi di seluruh distrik di Biak Numfor. Jika seluruh wilayah menerapkan sistem serupa, maka data kabupaten secara keseluruhan akan menjadi lebih akurat, konsisten, dan siap pakai untuk mendukung visi pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy).

“Tanpa data yang benar, pembangunan hanya berjalan di atas asumsi—bukan fakta,” pungkasnya.

Penulis: Anis RumaropenEditor: Redaksi
Exit mobile version